Navigasi

šŸ“š Materi Pembelajaran

Setup Android Environment

Panduan lengkap setup Android Studio dan AVD untuk debugging Flutter

Setup Android Environment untuk Flutter

Setelah Anda menginstal Flutter SDK, langkah selanjutnya adalah menyiapkan Android Studio. Panduan ini akan memandu Anda menginstal Android Studio, mengatur Environment Variables yang diperlukan, dan membuat Android Virtual Device (AVD) agar Anda bisa menjalankan dan men-debug aplikasi Flutter.

šŸ“š Table of Contents


1. Instalasi Android Studio

Android Studio adalah IDE resmi untuk pengembangan Android dan sangat penting untuk alur kerja Flutter, bahkan jika Anda menggunakan VS Code sebagai editor utama.

  1. Download Android Studio: Kunjungi situs resmi Android Developer: developer.android.com/studio.
  2. Jalankan Installer: Ikuti instruksi instalasi. Saat di "Setup Wizard", pastikan Anda memilih komponen berikut untuk diinstal:
    • Android Studio (Wajib)
    • Android SDK (Wajib)
    • Android Virtual Device (Direkomendasikan)
  3. Selesaikan Instalasi: Buka Android Studio setelah instalasi selesai. Biarkan ia men-download dan menginstal komponen SDK tambahan yang mungkin diperlukan pada peluncuran pertama.

2. Konfigurasi Plugin Flutter & Dart

Agar Android Studio dapat mengenali dan membangun project Flutter, Anda perlu menginstal plugin Flutter dan Dart.

  1. Buka Android Studio.
  2. Dari halaman selamat datang, pilih "Plugins" dari menu di sebelah kiri.
  3. Cari "Flutter" di Marketplace.
  4. Klik "Install". Plugin ini juga akan otomatis menginstal plugin "Dart" sebagai dependensi.
  5. Setelah instalasi selesai, restart Android Studio.

3. Setup Android SDK & Environment Variables

Agar perintah flutter dan adb (Android Debug Bridge) dapat diakses dari terminal, Anda harus mengatur beberapa environment variables.

šŸŽÆ Menemukan Lokasi Android SDK

Pertama, temukan di mana Android Studio menginstal SDK.

  1. Buka Android Studio.
  2. Pergi ke "Settings/Preferences" (File > Settings di Windows, atau Android Studio > Preferences di macOS).
  3. Navigasi ke "Appearance & Behavior" > "System Settings" > "Android SDK".
  4. Lihat di bagian atas, ada "Android SDK Location". Salin path (lokasi) ini.
    • Contoh di Windows: C:\Users\[NamaUser]\AppData\Local\Android\Sdk
    • Contoh di macOS: /Users/[NamaUser]/Library/Android/sdk

Konfigurasi di Windows

  1. Buka Environment Variables: Tekan tombol Windows, ketik "environment variables", dan pilih "Edit the system environment variables".
  2. Buat ANDROID_HOME:
    • Di jendela System Properties, klik "Environment Variables...".
    • Di bawah "System variables", klik "New...".
    • Variable name: ANDROID_HOME
    • Variable value: Masukkan path Android SDK yang Anda salin tadi (mis: C:\Users\User\AppData\Local\Android\Sdk).
  3. Tambahkan ke Path:
    • Di "System variables", cari dan pilih Path, lalu klik "Edit...".
    • Klik "New" dan tambahkan tiga path baru ini, satu per satu:
      1. %ANDROID_HOME%\platform-tools
      2. %ANDROID_HOME%\tools
      3. %ANDROID_HOME%\emulator
  4. Simpan & Tutup: Klik "OK" di semua jendela. Penting: Tutup dan buka kembali terminal (CMD atau PowerShell) Anda agar perubahan terdeteksi.

4. Membuat Android Virtual Device (AVD)

AVD (Emulator) memungkinkan Anda menjalankan aplikasi Android di komputer Anda seolah-olah itu adalah perangkat fisik.

  1. Buka Android Studio.
  2. Dari halaman selamat datang, pilih "More Actions" > "Virtual Device Manager".
    • (Atau jika project terbuka, klik ikon AVD Manager di toolbar atas, biasanya berbentuk ponsel dengan logo Android).
  3. Klik "Create Device".
  4. Pilih Hardware: Pilih model ponsel, misalnya "Pixel 7 Pro" (direkomendasikan). Klik "Next".
  5. Pilih System Image:
    • Pilih versi Android yang direkomendasikan (misalnya, Tiramisu atau Upside Down Cake).
    • Jika gambar belum di-download, klik ikon "Download" di sebelahnya dan tunggu hingga selesai.
    • Setelah selesai, pilih gambar tersebut dan klik "Next".
  6. Klik "Finish".

AVD Anda sekarang akan muncul di daftar. Anda dapat mengklik ikon "Play" (Mulai) untuk menjalankannya kapan saja.


5. Verifikasi & Debugging

Sekarang, mari kita pastikan Flutter dapat melihat setup Android Anda dan menjalankan aplikasi.

1. Jalankan flutter doctor -v

Buka terminal baru (setelah mengatur Environment Variables) dan jalankan:

flutter doctor -v

2. Hasilnya akan seperti berikut

[āœ“] Android toolchain - develop for Android devices (Android SDK version 36.0.0) [11.5s]
    • Android SDK at C:\Users\[NamaUser]\AppData\Local\Android\Sdk
    • Emulator version 36.2.12.0 (build_id 14214601) (CL:N/A)
    • Platform android-36, build-tools 36.0.0
    • ANDROID_HOME = C:\Users\[NamaUser]\AppData\Local\Android\Sdk
    • Java binary at: D:\Path
      This is the JDK bundled with the latest Android Studio installation on this machine.
      To manually set the JDK path, use: `flutter config --jdk-dir="path/to/jdk"`.
    • Java version OpenJDK Runtime Environment (build 21.0.8+-14018985-b1038.68)
    • All Android licenses accepted. <- jika belum accepted cek nomor 3.

[āœ“] Android Studio (version 2025.1.4) [21ms]
    • Android Studio at D:\Path
    • Flutter plugin can be installed from:
      šŸ”Ø https://plugins.jetbrains.com/plugin/9212-flutter
    • Dart plugin can be installed from:
      šŸ”Ø https://plugins.jetbrains.com/plugin/6351-dart
    • Java version OpenJDK Runtime Environment (build 21.0.8+-14018985-b1038.68)

3. Lisensi Android melalui Terminal

Cek dulu apakah sudah memiliki Android Licsense

flutter doctor --android-licenses

akan muncul perjanjian lisensi satu persatu yang harus disetujui, untuk setiap perjanjian lisensi yang muncul ketik y dan enter.

lalu cek kembali apakah Lisensi sudah terima atau belum dengan perintah

flutter doctor -v

maka akan memberikan output sebagai berikut:

• All Android licenses accepted